Punctuation is Powerfull

An English professor wrote the words:

“A woman without her man is nothing” on the chalkboard and asked his students to punctuate it correctly.

All of the males in the class wrote:
“A woman, without her man, is nothing.”

All the females in the class wrote:
“A woman: without her, man is nothing.”

Therefore “Punctuation is powerful”

dikutip dari sebuah milis

Artikel Agustus 08

Peduli Apa dengan Pornografi!!


Kalau saya ditanya apakah senang kalau melihat wanita setengah bugil, misalnya cuma berpakaian bikini seperti yang umum terlihat di pantai-pantai, dengan penuh semangat, hati dan kepala saya akan mengiyakan tanda sepakat. Tak perlu berkilah ataupun membantah karena memang kenyataannya naluri kelelakian saya berujar demikian. Apalagi kalau ada di antara wanita-wanita itu yang mau menemani saya jalan-jalan sebentar di mall. Betapa semakin girang bukan main hati saya ini. Mungkin sampai seminggu setelahnya, tiap malam saya akan memimpikan wajahnya.

Demikian juga dengan judi, togel, atau apapun yang secara substantif bermakna seperti itu. Judi sama menariknya sebagaimana wanita karena judi adalah gunung harapan, bukit angan-angan, dan juga mimpi indah masa depan. Di tengah himpitan kepenatan hidup sekarang ini, entitas judi laksana obat mujarab. Dibandingkan mendengarkan luapan janji petinggi negeri yang tak terbukti, betapa sulitnya mencari penghidupan yang layak, serta repotnya mencari biaya untuk membeli baju sekolah anak-anak, ikut andil berjudi membuka harapan solusi dari berbagai problem tersebut. Dan selaku manusia, mari kita jujur pada masing-masing kita sendiri, bukankah harapan itu seringkali lebih menyenangkan dibandingkan kenyataan?

Continue reading

Renungan Syawal

Entah harus bersikap apa setelah Ramadhan tahun ini selesai. Haruskah sedih? Ataukah bergembira? Sedih karena berpisah dengan bulan yang begitu mulia. Bulan penuh barokah. Bulan yang menjadi latihan terbaik bagi jiwa-jiwa yang mengaku bahwa di dalam hatinya, meskipun cuma sebiji atom, percaya bahwa Allah itu ada beserta segala kekuasaan-Nya. Sedih karena ternyata ternyata ada tuntutan di bulan-bulan berikutnya untuk bisa membuktikan hasil pelatihan Ramadhan.

Apakah tilawah yang dulu berjuz-juz di Ramadhan akan terus berlanjut di Syawal ini? Akankah infaq ataupun shadaqoh itu masih tetap istiqomah? Yakinkah penjagaan diri dari berprasangka itu menjadi salah satu jalan hidup kita? Ataukah semuanya itu cuma sekedar numpang lewat? Cuma sebulan. Hanya ketika Tuhan menjanjikan begitu banyak balasan, sedangkan di bulan lain tidak?

Continue reading

Memori Wisuda Fakultas

Hmm, sebenernya pengen posting ini dari lama. Tapi, baru bisa terealisasi sekarang karena kendala teknis dan nonteknis, hehehe… Jadi ceritanya gini, waktu saya dan temen2 fasilkom wisuda tingkat fakultas kemaren 29 Agustus 2008, saya diberikan tugas nih sama panitia (tepatnya sih Arya hehe…) buat ngasih sambutan sebagai perwakilan wisudawan/wisudawati.

Pertama kali baca sms itu, shock juga. Sapa sih saya?? Kenapa bukan Mahendra misalnya. Dia kan Mapres Utama Fasilkom 2008. Atau mungkin temen2 lain yang sudah punya prestasi di tingkat nasional dan internasional. Dan jumlah mereka tidak sedikit. Tapi, kemudian saya menyadari bahwa ini adalah amanah. Lantas saya buang semua pikiran prasangka itu. Apapun alasannya, masa bodo lah. Yang paling penting adalah saya sanggup menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya.

Continue reading