Tegal: Pusat Teknologi dan Kreativitas

alhamdulilillah, tulisan ini merupakan tulisan terbaik pertama dalam kompetisi “Mimpi Tentang Tegal” yang diselenggarakan oleh IDEA BAPPEDA Kabupaten Tegal dalam rangka HUT Kabupaten Tegal ke 410

Suatu waktu jeda tengah November 2009, seorang rekan mengirimi saya pesan melalui Facebook. Teman ini mengajak saya membuat dan mengelola sebuah forum diskusi semacam Kaskus. Namanya Tegal Cyber Community (TCC). Keunikan forum yang akan dibuat ini adalah menggunakan bahasa Tegal sebagai bahasa komunikasinya. Waktu itu saya iyakan saja ajakan tersebut. Pertama, saya pikir ini proyek biasa saja. Tidak terlalu istimewa. Kedua, saya melihatnya sebagai kelatahan forum dunia IT yang coba meniru dan mengikuti keberhasilan Kaskus.

Continue reading

Sehatkan Jantungmu

Lagi. Saya tuliskan ulang tentang tweet saya di @akhdaafif. Semoga bermanfaat.

Assalamu’alaikum… Yuk dimulai lagi #ngaji nya 🙂 Seperti biasa kita buka dengan bismillahirrahmaanirrahiim. Semoga pada sehat, masih tetep bersyukur. Yang sakit, semoga tetep sabar, biar Allah makin sayang sama kita. Ingin berbagi tentang nasehat yang disampaikan di masjid kantor, habis dzuhur tadi. Sama hasil baca buku. Kompilasi lah :).
Continue reading

Apa Perlu?

Kali ini saya tuliskan ulang tentang tweet saya di @akhdaafif. Semoga bermanfaat.

Assalamu’alaikum… yuk mulai lagi #ngaji malem ini. Dibuka dengan bismillahirrahmanirrahiim… Kalo #ngaji kemaren tentang bahasa yang agak gimana-gimana gitu, sekarang tentang hal lain. Sama simpel. Tapi buat saya, cukup mengganggu :). Sebetulnya hal tersebut baik. Tapi, saya menangkapnya kayak agak gimana gituuuu :). Tentang puasa sunnah yang alhamdulillah ternyata banyak dilakukan oleh orang-orang yang saya kenal.

Continue reading

Pilihan Kebaikan

Saya selalu meyakini bahwa selalu ada risiko dalam setiap pilihan yang diambil. Tak hanya berlaku bagi saya, juga bagi Anda, kita semua. Risiko itu meliputi sisi positif dan negatifnya. Kita tahu itu, tapi acapkali abai dengan “yang tidak enaknya”.

Sama seperti ketika beberapa teman yang saya kenal, memilih untuk tetap tinggal di luar negeri, melanjutkan hidup di sana, setelah selesai masa belajarnya. Saya, mungkin juga orang lain, menyadari betul kondisi negeri kami sendiri. Orang-orang cerdas tak tulus dihargai di sini. Negara tak menjamin keberadaan mereka untuk dapat berkarya maksimal, seperti halnya di negara maju.
Continue reading

Doa yang Lama Tak Terkabul

Kembali saya ingin mengulang lagi kultwit #ngaji yang saya sampaikan di akun twitter saya: @akhdaafif. Kali ini tentang doa yang lama tak terkabul.

Cerita ini saya dapatkan dari kuliah ba’da dzuhur di kantor. Kisah yang menarik. Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul.

Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.
Continue reading

Akibat Dosa

Kali ini saya mau bagi-bagi cerita tentang yang saya dapet dari khotbah jumat kemarin siang. Sebetulnya sudah saya sempat posting di twitter saya @akhdaafif, tapi mungkin ada yang belum punya twitter, jadi saya posting kembali di sini.

Dalam Islam, Allah menjanjikan bahwa kebaikan yang kita lakukan akan dibalas dengan 10 kali lipat atau lebih. Dan setiap kemaksiatan akan dibalas sesuai dengan apa yang kita lakukan, tidak dilipatgandakan. Betapa baiknya Allah yang begitu sayangnya kepada kita dalam membalas apa yang kita lakukan.
Continue reading

Sepeda di Sekolah Saya

Dari SD hingga SMA, transportasi utama yang saya gunakan ke sekolah seringkali sepeda. Pernah pakai sepeda motor, tapi jarang betul. Selain karena tak jauh, pakai sepeda menurut saya jauh lebih sehat. Juga lebih bisa menikmati jalanan. Ruang parkir sepeda pun saat itu penuh. Sering saya tak dapat tempat parkir karena datang terlalu siang, mepet bel masuk.

Sekarang, parkiran sepeda di sekolah seringkali sepi. Apalagi di SMA. Siswanya lebih beralih ke motor. Kata seseorang, “Anak sekolah sekarang malu naik sepeda, Mas. Mending jalan kaki atau naik angkutan kota kalau nggak pakai motor”.
Continue reading