Toleransi Natal

Aside

Sebuah rangkaian tweet menarik dari Salim A Fillah tentang Natal. Semoga bermanfaat buat kita semua.

1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi’an (kristolog Jogja -red); “Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak.”

2. Wasi’an: “Kalian mengimani Musa, juga ‘Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda.”

3. Wasi’an: “Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan.”

4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82).

5. Tapi mungkin memang sudah tabiat ‘aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120).

Continue reading

Hikmah dari Bandung

Waktu itu, saya berkunjung ke seorang rekan. Ketika sholat maghrib, kami berdua sholat di masjid, dekat mall BIP. Setelah sholat, ternyata ada kajiannya. Berikut yang saya peroleh dari kajian tersebut, telah saya share di akun twitter saya, @akhdaafif. Semoga bermanfaat

(1) kali ini mau berbagi #ngaji yang saya dengarkan kemarin malam di masjid sekitar BIP Bandung bareng @fahmimachda

(2) habis singgah untuk sholat maghrib, eh ternyata ada sesi #ngaji .berikut apa yang disampaikan beliau

(3) bahwa siksa kubur itu benar-benar ada. seseorang setelah meninggal, di alam kuburnya akan diberikan siksa dan nikmat kubur #ngaji

(4) semuanya tergantung amalan orang tersebut selama berada di dunia #ngaji

(5) suatu ketika datang seorang wanita yahudi menghadap rasul, meminta doa untuk dijauhkan dari azab kubur #ngaji

(6) aisyah ra yang mendengarnya kemudian bertanya kepada rasul, apakah benar ada siksa kubur? rasul mengiyakan #ngaji

Continue reading

Tentang Bu Ita

(1) mau berbagi #ngaji @ChatingdenganYM edisi jumat malem pekan kemarin. subhanallah hikmah yang didapet

(2) kisahnya tentang bu ita, seorang ibu yang jadi tukang ojek, pedagang, dan tukang cuci #ngaji

(3) beliau sudah 7 tahun menekuni pekerjaan itu. tidak ada pilihan karena suaminya terkena stroke. usia suaminya sekarang 46 tahun #ngaji

(4) anaknya dua. satunya sudah lulus smk. yang bungsu kelas 3 smp #ngaji

(5) pagi abis subuh dia berangkat ngojek. jam 8 kembali ke rumah, memandikan dan menyuapi sarapan suaminya #ngaji

(6) sambil ngojek, beliau dagang susu kedelai. malamnya baru mberesin cucian. luar biasanya, beliau nyuci dengan tangan #ngaji

Continue reading