Artikel September 07

Memahami Makna Penyelengaraan MTQ di Kota Tegal

Tiap tahun, kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) rutin diselenggarakan di Kota Tegal. Penyelenggaraan MTQ ini tentunya bagi kita, masyarakat Kota Tegal, diharapkan mampu memberikan secercah harapan bagi penanaman kembali nilai-nilai Quran di lapisan masyarakat.

Penulis sendiri selaku salah seorang warga Kota Tegal sangat mengharapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial saja. MTQ adalah momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat keislaman yang saat ini sedang mengalami masa krisis, di mana Al Quran hanya sebatas di tenggorokan, belum menyentuh qalbu. Semangat baru inilah yang akan menanamkan kembali nilai-nilai Islam di kalangan umat di kota Tegal.

Continue reading

Artikel Agustus 07

Standardisasi Layanan Internet

Ketika Pemerintah mewacanakan diberlakukannya kebijakan standardisasi pemenuhan kualitas layanan atau quality of services (QoS), kalangan usahawan internet service provider (ISP) menolak lantang. Mereka, kalangan usahawan ini, tidak mau pemerintah terlalu campur tangan hingga urusan teknis operasional. Dalam kebijakan ini, pemerintah mengatur tentang ketersediaan layanan, standar pemenuhan permohonan pasang baru, standar kinerja jaringan, dan pemulihan layanan jasa akses internet. Standardisasi ini nantinya meliputi layanan internet berbasis dial up, leased line, dan broadband mulai 2008 mendatang.

Dengan kebijakan tersebut, kalangan usaha menganggap pemerintah hanya mencari-cari alasan untuk mengambil denda. Alasan lainnya adalah memperbanyak regulasi bukanlah suatu solusi dalam era pasar bebas sekarang ini. Penguasa pasar adalah konsumen. Jika ada ketidakpuasan layanan, maka konsumenlah yang berhak mengkomplain lewat lembaga pengaduan konsumen.

Continue reading

Pacaran nih ye…..

Pacaran dalam Pandangan Seorang Calon Ekonom
* dikutip dari tulisan Zulhanief Matsani, ekonom syariah Islam dunia 2020

Pengantar

Seorang ulama, cendikiawan, dan juga ekonom muslim-Ibnu Khaldun pernah menulis dalam bukunya “Muqaddimah” bahwa bangsa-bangsa yang kalah cenderung untuk mengekor bangsa-bangsa yang menang. Sudah sunnatullah memang. Mulai dari zaman kekhalifahan Islam berjaya, maka bangsa barat –baca:Eropa- dengan gigihnya mengambil dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari umat Islam. Tidak hanya ilmu saja, kebudayaan, teknologi, sampai konsep-konsep ekonomi politik mereka gali banyak-banyak dari kebudayaan Islam yang “menang” waktu itu.

Continue reading

Artikel Juli 07

RT/RW-Net: Solusi Murah dan Massif


Sekitar tahun 1996 para mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan sesuatu yang cukup unik. Berbekal walkie talkie di VHF band 2 meter dengan kecepatan 1200 bps, mereka menyambungkan kos-kosan dan beberapa rumah di sekitar kos-kosan ke kampus UMM yang pada saat itu terhubung ke jaringan AI3 Indonesia melalui GlobalNet di Malang dengan gateway Internet di ITB. Inilah awal sejarah RT/RW-net, sebuah sistem untuk men-share akses internet secara bersama-sama dalam suatu komunitas tertentu.

Konsep sederhana ini kemudian dicoba untuk diimplementasikan dalam skala yang lebih luas lagi. Penggagasnya adalah Michael Sunggiardi. Perumahannya di Bogor dijadikan sebagai lahan garapannya sekitar tahun 2000. Namun, sayangnya warga di perumahan tidak cukup antusias memberikan respon karena merasa tidak membutuhkan internet 24 jam di rumahnya.

Continue reading

Artikel Juni 07

Membudayakan Semangat Entrepreneurship Mahasiswa


Krisis moneter yang menimpa bangsa Indonesia sejak bulan Agustus 1997 membuat pondasi ekonomi nasional runtuh. Ambruknya ekonomi nasional mendorong perusahaan memutuskan hubungan pekerjanya, inflasi yang meningkat, dan berbagai permasalahan lainnya. Semakin banyaknya jumlah penganggur berarti semakin meningkatnya jumlah penduduk miskin. Hal ini tercermin dengan adanya 80.000.000 penduduk miskin pada tahun 1999.

Ternyata krisis ekonomi di Indonesia belum bisa teratasi seluruhnya. Jumlah pengangguran bertambah banyak. Laporan resmi dari Badan Pusat Statistik menyatakan pada Februari 2005 terdapat 10,3 % pengangguran dari angkatan kerja sebanyak 105,8 juta jiwa. Persentase ini lebih tinggi dibandingkan bulan Agustus 2004 sebesar 9,9 % dari angkatan kerja sebanyak 104 juta jiwa.

Continue reading

Artikel Mei 07

Membangun Tegal dengan IT

Tahun ini tepat Kota Tegal merayakan hari jadinya ke-427. Meskipun muncul kontroversi kevalidan fakta tanggal berdirinya, Tegal telah menjelma menjadi kekuatan baru di pantai utara pulau Jawa. Meningkatnya transaksi perdagangan, industri dan jasa mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor ekonomi riil. Maka tidak salah ketika Komite Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPOD) tahun 2005, memasukkan kota Tegal dalam 20 besar kota yang memiliki daya tarik investasi tertinggi di Indonesia. KPPOD melakukan  pemeringkatan daya tarik investasi daerah tersebut berdasarkan lima faktor, yaitu kelembagaan (dengan bobot penilaian 31%), sosial politik (26%),  ekonomi daerah (17%), tenaga kerja dan produktivitas (13%), dan infrastruktur fisik (13%). Dalam bidang pendidikan Tegal juga tidak mau tertinggal. Pembangunan infrastruktur sekolah digencarkan. Kualitas sistem pengawasan dan pelaksanaan pendidikan terus direvisi. Demikian pula dalam sektor pariwisata, kesehatan, dan sektor-sektor lainnya. Selain berimplikasi pada meningkatnya citra Tegal, di sisi lainnya kemajuan ini memiliki dampak penting dalam perbaikan kesejahteraan masyarakat Tegal sendirinya.

Continue reading

Artikel April 07

Kritik Terbuka untuk Para Orang Tua:
Apa Peran Mereka dalam Pendidikan?

Seringkali ketika pendidikan menjadi topik pembicaraan, fokus permasalahannya menuju ke anak (peserta didik) sebagai subjek pendidikan. Atau suatu waktu, sistem pendidikan yang kita kambing hitamkan. Mulai dari berganti-gantinya kurikulum, minimnya kualitas guru, hingga fasilitas pendidikan yang tidak lengkap. Kesemuanya memang menjadi permasalahan dalam carut-marutnya sistem pendidikan kita. Namun, jarang dari kita mengungkit keterlibatan orang tua sebagai komponen dari seabrek masalah tersebut.

Wacana ini menarik karena, sekali lagi, sangat jarang pihak-pihak terkait menjadikannya sebagai bahan studi. Kelalaian ini terjadi karena memang sistem pendidikan di negeri kita tidak secara eksplisit menuntut keterlibatan orang tua dalam pendidikan anaknya. Peran orang tua terbatas hanya pada kehadirannya pada rapat orang tua murid di sekolah. Atau sekedar mengambil laporan penilaian hasil belajar tiap semester. Rutinitas ini lalu telah menjadi sebuah kultur masyarakat, mengakar, sampai membiaskan makna peran mereka sebenarnya dalam dunia pendidikan.

Continue reading

Artikel Maret 07

Suksesi dan Pengkaderan
(dimuat di buletin BEM Fasilkom UI)

Setiap potongan zaman mempunyai pahlawannya masing-masing. Mereka adalah putra-putri terbaik yang dilahirkan pada potongan zamannya… Para pahlawan itu adalah anak-anak zaman mereka (Anis Matta)

Suksesi adalah keniscayaan. Ia berlaku pada semua tempat dan masa. Tak memandang siapa dan apa yang menjadi objeknya. Kita mengenalnya sebagai penggantian kekuasaan. Dari orang-orang yang berkuasa sebelumnya kepada mereka yang berkuasa nantinya.

Mengapa harus ada suksesi? Paling tidak ada tiga hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, untuk meneruskan estafet perjuangan suatu komunitas. Komunitas yang dimaksud ini bisa berupa negara, organisasi-organisasi besar ataupun kecil. Seorang presiden memiliki usia yang terbatas. Begitu juga dengan ketua BEM, yang juga dibatasi oleh statusnya sebagai mahasiswa. Sedangkan negara atau BEM memiliki usia yang relatif panjang dibandingkan pelaksana-pelaksananya. Oleh karena itulah, pergantian kepemimpinan tak bisa dihindari sehingga komunitas membutuhkan orang-orang baru yang akan menjalankannya pada masa depan.

Continue reading

Artikel Februari 07

Strategi Awal Membuat Website bagi Pemula

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, akses internet telah berubah menjadi kebutuhan primer bagi mayoritas orang. Internet memang memudahkan kita dalam banyak hal. Mulai dari mengirim surat dengan cepat lewat email, ngobrol santai berbiaya murah via chatting, atau memperluas jaringan pertemanan dengan friendster atau multiply.

Demikian pula dengan kebutuhan untuk membuat situs, baik untuk pribadi ataupun perusahaan, saat ini terasa sangat penting. Dengan adanya situs tersebut, terbukti banyak keuntungan yang diperoleh. Pasar promosi perusahaan jadi lebih luas karena dapat diakses banyak orang melalui internet. Secara finansial juga lebih murah karena cukup mengeluarkan biaya sedikit untuk pembelian domain dan maintenance.

Continue reading

Artikel Januari 07

Mengelola Teknologi secara Tepat

Patut disyukuri ketika para pemimpin negeri ini mulai memperhatikan pengembangan teknologi bagi rakyatnya. Beberapa waktu lalu pemerintah telah membuka jalan bagi berdirinya PLTN di Indonesia dengan menandatangani MoU dengan pemerintah Korea Selatan untuk mensosialisasikan rencana pembangunan PLTN. Kerjasama ini patut disyukuri karena dengan sosialisasi, masyarakat akan lebih mengetahui manfaat, efisiensi dan efektivitas nuklir dibandingkan batubara dan minyak bumi yang sekarang dikonsumsi.

Tidak hanya terbatas dalam teknologi nuklir, teknologi informasi dan komunikasi juga menjadi fokus lain pemerintah. Program pengadaan internet di sekolah-sekolah adalah contohnya. Dengan PT Telkom Indonesia sebagai pelaksananya, program ini menargetkan sekolah-sekolah di seluruh daerah, baik kota dan desa, tersedia akses internet bagi peserta didiknya. Diharapkan dengan adanya internet ini, siswa akan memperoleh informasi yang lebih luas dan lengkap untuk mengembangkan kreativitas belajarnya. Dari akses komunikasi, handphone dan media elektronik seperti televisi bukanlah sesuatu yang mewah karena hampir tiap orang memilikinya. Kepemilikan keduanya menunjukkan bahwa masyarakat tidak asing lagi berinteraksi dengan teknologi.

Continue reading