Saat masih di bangku SMP, guru ekonomi saya mengajarkan, bahwa keinginan manusia itu tidak ada batasnya. Kalau keinginan satu terpenuhi, muncul keinginan lainnya. Kalau belum, ya berusaha mati-matian sampai terpenuhi keinginannya.
Pendekar Keadilan
Saat negara kita sedang miris tentang kejujuran, kesederhanaan, dan keadilan, sepertinya tak ada lagi orang-orang baik di negeri ini. Tapi, sejarah membuktikan. negeri ini pernah melahirkan beberapa sosok tersebut. Matanajwa di Metro TV tadi malam mengupasnya. kalo tidak sempat menonton, silakan klik dari link berikut:
Continue reading
Tentang Ideologi dan Hati
Membaca setiap karya Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) layaknya belajar bahwa kita manusia sesungguhnya memiliki begitu banyak kekayaan berpikir. Punya kecerdasan yang tidak hanya mentok di satu sudut pandang dan satu tahap proses. Namun otak kita jumud karena pendidikan tak memberikan ruang dan informasi instan dunia maya terus menjejali.
Ada 6 gagasan besar dalam buku “Demokrasi La Roiba Fih”. Salah satunya menyindir tentang fenomena populis, di mana saat ini setiap orang ingin menjadi unggul di atas orang lain.
Continue reading
Demokrasi, Negara, dan Tuhan
Kalau menurutmu, Tuhan adalah penguasa tertinggi di alam raya, mungkin sekarang perlu kau koreksi keyakinanmu itu. Di negara demokrasi, Tuhan nyata-nyata tunduk pada hukum demokrasi. Tak boleh kau membawa-bawa Tuhan dalam acara negara. Kau bisa dituduh mengganggu stabilitas nasional, tak loyal pada negara, atau memporak-poranda pranata kerukunan masyarakat.
Continue reading
Dugaan Korupsi di Program Penerimaan Mahasiswa Baru KSDI di Universitas Indonesia
dikutip dari tulisan bapak Ade Armando, dosen UI di facebooknya. sebagai upaya bagi kita untuk semakin kritis dengan jalur masuk kampus, yang sudah semakin tak karuan nama dan bentuknya
Apakah Universitas Indonesia peduli dengan arti penting pembangunan daerah-daerah di luar Jakarta? Apakah UI peduli agar pengelolaan pendidikan negara ini bersih dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme? Apakah UI peduli dengan nasib mahasiswa-mahasiswa pintar yang tak mampu?
Saya kuatir, jawabannya tidak. .
Continue reading
Cinta Salah Arah
Ternyata tak semua cinta selalu punya efek yang baik di kemudian hari. Salah satu contohnya adalah saat orang tua memaknai cinta sebagai pemberian segala materi terbaik kepada anaknya. Pada saat itu, pemberian bisa dianggap sebagai pilihan yang paling baik.
Tapi di sisi lain, kemudahan dan pemenuhan fasilitas ini tak selamanya memberikan kebaikan. Ada banyak kisah, anak-anak golongan ini malah terjerembab dalam penggunaan materi yang keliru. Karena pemenuhan kebutuhan fisik ini seringnya tak diiringi dengan pemenuhan kebutuhan jiwanya.
Continue reading
Kalau Cinta, Ya Harus Memiliki
Logika saya masih tak nyambung dengan ungkapan “cinta tak harus memiliki”. Kalau seseorang tidak memiliki apa yang dianggap dicintainya, artinya hanya ada dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, ia tak sungguh-sungguh mencintainya. Bagaimana mungkin mencintai tanpa memiliki? Bagaimana mungkin kita cinta dengan Tuhan kita, tanpa merasa memiliki ajarannya? Memiliki dalam artian punya kemauan sungguh-sungguh untuk menjalankan apa yang Tuhan perintahkan.
Continue reading
Hakekatnya, Niat
Kalau kau rajin belajar sungguh-sungguh karena ingin memperoleh nilai yang bagus, bisa masuk ke sekolah atau kampus unggulan, kemungkinan besar niatmu akan terwujud. Namun hanya itu. Tak lebih.
Kalau kau di kampus bersemangat kuliah, mengerjakan tugas, mengikuti organisasi maupun panitia supaya dapat beasiswa atau dapat pekerjaan bergengsi selepas kau lulus, kemungkinan besar niatmu akan terwujud. Namun hanya itu. Tak lebih.
Continue reading
Euforia Bangsa
Gempita piala AFF memang telah usai, seiring dengan peluit akhir partai Indonesia melawan Malaysia. Kita banyak belajar dari momen singkat tersebut. Paling tidak kita menyadari bahwa nasionalisme bangsa ini belum mati suri.
Continue reading
Tak Selalu Berbalas
Dalam interaksi sosial saat ini, muncul fenomena yang mungkin bukan hal baru, melainkan mulai semarak, yaitu saling mengucapkan selamat hari besar agama lain. Saat Idul Fitri maupun Idul Adha, sahabat dari rekan agama lain berbondong-bondong memberikan ucapan selamat. Ketika rekan-rekan agama lain sedang merayakan hari rayanya, tak sedikit sebagian dari umat Muslim yang bergantian memberikan selamat.