Jangan Dinilai dari Luar

Seorang wanita mengenakan gaun berwarna pudar menggandeng suaminya yang juga berpakaian sederhana dan usang. Mereka baru turun dari kereta api di Stasiun Boston. Malu-malu mereka berjalan menuju ruang Rektorat Universitas Harvard buat meminta janji temu. Sekretaris universitas mendapat kesan mereka orang udik. Tidak pantas berurusan dengan Harvard. Tidak layak berada di Cambridge.
Continue reading

Haji Macam Apa?

Ritual haji sudah berlangsung bertahun-tahun. Ratusan ribu hingga jutaan orang telah berbondong-bondong menunaikan salah satu kelengkapan agama ini. Jika kita lebih cermat mengamati, dalam pandangan saya pribadi, telah terjadi degradasi kualitas ibadah haji saat ini dibandingkan generasi sebelumnya.
Continue reading

Tak Hanya Mereka, Kami pun Mengajar!

Tersebutlah sekelompok orang, sepertinya lebih tepat disebut anak muda, yang punya ide yang tak biasa. Mungkin orang menyebutnya, gila! Mereka ingin mengajar anak SD di daerah pelosok Indonesia. Ya, jadi guru SD! Ide ini saja sudah gila! Kegilaan berikutnya adalah anak-anak muda ini bukan sembarang anak muda. Mereka adalah beberapa anak muda terbaik dari kampus-kampus besar di Indonesia, dengan prestasi yang juga di atas rata-rata.
Continue reading

Hanya Titipan

Jika seseorang menitipkan sesuatu kepada kita, kemudian dia ingin mengambilnya, bolehkah kita tak mengizinkannya? Bolehkah bersikukuh mempertahankannya seolah-olah telah berpindah kepemilikannya menjadi punya kita? Logika kita pasti mengatakan tak boleh demikian. Kalau titipan, ya harus siap dikembalikan. Kapanpun ia diminta.
Continue reading

Lagi-Lagi Berbeda

Idul Adha kali ini, lagi-lagi terpaksa kita menerima kenyataan pahit. Bahwa terjadi perbedaan menentukan tanggal 10 Dzulhijah. Pemerintah Saudi memutuskan wukuf di Arafah terjadi pada tanggal 15 November 2010. Ini berarti Idul Adha pada tanggal 16 November 2010. Adapun di Indonesia, pemerintah menetapkan tanggal 10 Dzulhijah pada tanggal 17 November 2010.
Continue reading

Tuhan Maha Cinta

Terkadang hidup memang berat

Membuat kita hampir menyerah

Tapi, aku percaya Kau-lah pelindungku, penciptaku, dan hidupku

Sabarkan hatiku, kuatkan imanku

Berkahi aku dan keluargaku dengan rahmat-Mu

Tuhan, Kau-lah cintaku

[kutipan lirik dalam lagu Nidji, Tuhan Maha Cinta, soundtrack film Sang Pencerah]

Dari Bapak Tukang Parkir

Ini jadi sebuah pengingatan yang sungguh tak saya sangka saya dapatkan dari orang ini. Seorang tukang parkir di sebuah komplek toko.

Saya terkejut waktu beliau bilang alasan mengapa lebih milih shift pagi sampai jam 3 atau 4 dibandingkan shift malam yang jauh lebih ramai, yang artinya pendapatannya jauh lebih banyak.

Kalau shift sore, kata beliau, akan lepas kesempatan jamaah asar, maghrib, dan isya. Kalau siang, cuma dhuhur yang terlepas. Hidup bukan cuma ngurusin duit, katanya sambil tersenyum ceria.

Saya tercekat.