kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya [ALI IMRAN: 92]
Kamuflase
dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) [ALI IMRAN: 14]
Totalitas
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu [AL BAQARAH: 208]
Continue reading
Tauhid Kita
Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya” [Al Baqarah: 133]
Continue reading
Keadilan Takdir
Pernahkah berpikir bahwa hidup ini tak adil? Atau Tuhan benar-benar tak pernah memihak kita dalam beberapa fragmen hidup kita? Sudah berapa kali kita mengutuki takdir? Bersungut-sungut terhadap keadaan? Muak kepada perasaan tak didengar doanya?
Continue reading
Tegal Cyber Charity
Saat tulisan ini diketik, Tegal Cyber sudah memiliki 4 unit:
1. Tegal Cyber Community
Unit portal nonkomersial ini sebagai tempat ngobrol dan diskusi dengan bahasa Tegal. Topik yang diangkat bervariasi, dari mulai isu lokal, regional, bahkan internasional. Dari mulai pendidikan, kuliner, usaha, jual beli, dan sebagainya.
Continue reading
Gempita Ramadhan
Gempita Ramadhan kami adalah kesibukan mempersiapkan diri. Bukan. Bukan tentang target-target ibadah yang harus kami lengkapi sebulan ke depan. Tapi tentang jadwal buka puasa bersama yang kami bingung tentukan, di mall atau kafe mana. Juga tak boleh kami lupakan, mengajak teman-teman, dari sekolah, kampus, ataupun kantor. Dan seperti tahun lalu, buka bersama itu diisi dengan canda tawa hingga kami pun lupa waktu. Maghrib sudah berlalu. Isya tak mau menunggu.

Ramadhan nampaknya hanya kamuflase nafsu kami. Karena untuk persiapan berbuka, kalkulasi biayanya adalah akumulasi dari jatah sarapan dan makan siang yang tertunda. Bahkan bisa berlebih. Karena di malam Ramadhan, kami harus menumpuk bekal sebanyak-banyaknya untuk menahan rasa lapar dan haus pada siang harinya.
Gempita Ramadhan kami memang betul-betul ramai. Tapi, bukan karena tilawah kami. Bukan pula ulangan lisan kami menghafal Quran. Ini tentang hobi kami yang masih berlanjut. Untuk setia bergosip dan ngerumpi. Memang asyik membicarakan orang. Dan itu betul-betul menguasai hari-hari Ramadhan kami.
Semoga Ramadhan kami tak seperti itu lagi.
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi -yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).
Fenomena Qul
Semoga ini hanya terjadi pada diri saya.
Peristiwa ini terjadi beberapa kali, mungkin lebih tepatnya berulangkali, ketika saya menjadi makmum sholat berjamaah di masjid. Imam sholat tersebut setelah membaca Al Fatihah, hampir selalu membaca tiga surat berawalan “qul”. An-Naas, Al-Falaq, dan Al Ikhlash.
Ibadah Momentum
Kata orang, malam tadi adalah malam nisfu sya’ban. Malam yang katanya, buku amal ditulis ulang lagi, yang doa-doanya mustajab, dan keutamaan lainnya. Saya tak hendak mendebatkan apakah nisfu sya’ban itu bid’ah atau bukan. Toh, saya bukan ulama yang punya wewenang dan ilmu untuk memberikan fatwa. Jangankan saya, ulama-ulama yang sudah kondang keilmuannya, saat memutuskan bunga bank dan infotainment haram pun omongannya dianggap kentut. Segera harus dijauhi yang begitu-begitu.
Ke Sekolah, Anakku
saya dapat tulisan ini dari note teman. tulisan karya Prie GS. monggoh dibaca, kalo ada waktu ^_^.
Tahun ajaran baru, anakku, pilihlah sekolah sesukamu. Tak perlu ke sekolah favorit jika untuk itu engkau harus menempuh cara yang tidak sehat, apalagi jika harus main suap. Tak perlu memakai jaminan surat sakti hasil kogela bapakmu.