Pesatnya teknologi komunikasi dan informasi telah menciptakan berbagai keajaiban di dunia. Jarak yang jauh terasa semakin dekat. Kemudahan akses pun menjadi semakin mudah. Demikian pula dengan biaya dan tenaga yang dibutuhkan, menjadi jauh lebih efektif dan efisien. Keajaiban ini bermula dari ditemukannya piranti bernama komputer pada tahun 1940 ketika Dr John Mauchly dan Prosper Eckert menciptakan ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator). ENIAC yang memiliki total berat 30 ton memerlukan ruangan seluas 140 m2 dan 130 KW tenaga listrik untuk mengoperasionalkannya. Kemudian, komputer terus mengalami revolusi eksponensial hingga seperti yang kita lihat saat ini.
Pengunduran Diri
Bismillahirrahmanirrahim. Saya akhirnya memutuskan salah satu bagian tersulit dalam hidup saya. Ini bukan keputusan sesaat atau spontan. Telah ada proses perenungan dan diskusi sebelum keputusan ini ditetapkan. Dan akhirnya, saya menyampaikan kepada orang tua, kerabat, guru, dan seluruh rekan bahwa saya secara resmi telah mengundurkan diri sebagai mahasiswa KAUST.
Gayus dan Birokrasi Kita
Gayus hanyalah kerikil dalam mata rantai birokrasi Indonesia. Tentu tak logis jika Gayus dianggap mewakili wajah pegawai birokrasi. Bahkan untuk mewakili pegawai Departemen Keuangan (Depkeu) pun masih tak layak. Orang ini, Gayus, adalah pegawai negeri bukan bergolongan tinggi, tetapi memiliki uang miliaran rupiah, mobil mewah bahkan rumah di kawasan elite. Tentu menjadi tanya besar bagi kita, darimana uang itu diperoleh.
Nggo Majune Tegal
Assalamu’alaikum kang/yu…
Dalam rangka luwih nggencarna promosi TCC maring seantero Tegal, Indonesia, karo dunia, nyong nggawe rong slide kyeh. Tujuane nggo mein ngerti penjelasan maring wong Tegal kabeh. Ora terbatas sing wis gabung ning forum. Soale memang tujuane dewek mein pemahaman karo informasi detail ben pada gelem daptar karo melu ndopok ning forum kiye.
Kontribusi dan Keikhlasan
Kontribusi itu berarti memberdayakan seluruh potensi yang kita miliki untuk semaksimal mungkin kebermanfaatan komunitas, masyarakat, atau dalam konteks yang lebih luas, umat ini…
Saya banyak menyaksikan dan membaca kisah-kisah inspiratif. Ada fragmen heroisme dari seorang suster, ada kesederhanaan para pemimpin, ada ketangguhan jiwa pengusaha, ada pula konsistensi dan kesabaran dari aktivis pejuang seni dan kebudayaan. Lantas, kita menempatkan mereka ini dalam bingkai orang-orang besar. Logikanya sederhana sebenarnya. Mereka telah melakukan sesuatu yang kita anggap luar biasa. Jauh melebihi ekspektasi dari logika rasional kita. Legitimasi itu kita berikan lewat rasa kagum, tepuk tangan, atau bisa pula dengan membagi kisahnya.
Pesan Ujian Nasional
Layaknya agenda rutin lain dalam keseharian kita, Ujian Nasional (UN) hakekatnya bukan sesuatu yang istimewa dalam sistem pendidikan kita. Sama seperti ketika kita mandi, berangkat kerja, sekolah, mengirim sms, pergi ke mall, atau juga membuka facebook. Yang membuatnya lantas berbeda adalah peserta dan implikasinya. Tiap tahun, yang mengikutinya hampir dipastikan berbeda. Jumlahnya tetap ribuan. Dan mereka menghuni di setiap kolong bernama sekolah.
Nang Kene Kyeh (nggo Wong Tegal sekitare)
Kyeh nembe pisan kala, nyong nulis nganggo bahasa Tegal. Dudu moni apa-apa. Kyeh pan nyampekna sesuatu sing jare aku penting. Dadi ngene critane. Pirang wulan wingi kweh, ana ide saka sakumpulan bocah sing pengen nggawe komunitas wong Tegal sekitare ning dunia maya. Awale ya cuma ide. Terus dicoba diwujudna. Ana siji loro sing gabung. Alhamdulillah sampe saiki wis lumayan sing melu. Ning data forume, wis ana 317 member sing gabung. Sing aktif ya isih secuil sih. Ora nganti 30-an sing bener-bener aktif ning forum sing arane TCC kiye.
Konser Angklung Kami
Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi tentang petualangan saya dan teman-teman di kampus dalam dunia angklung. Kelompok angklung kami diundang untuk mengisi sesi penampilan di Festival Film Asia ke-3 di Jeddah. Acara ini digelar pada 17 Februari hingga 1 Maret 2010. Buat saya, ini pengalaman pertama ikut konser angklung di hadapan tamu internasional. Rombongan kami berjumlah 16 mahasiswa Indonesia dan 2 mahasiswa Meksiko. Kedua mahasiswa Meksiko ini bermain bass dan perkusi. Kami ingin menunjukkan bahwa bermain angklung tidak hanya milik orang Indonesia, tidak hanya bisa untuk memainkan lagu Indonesia.
Grup Angklung Kami
Alhamdulillah, grup angklung kami yang ada di KAUST sedang punya banyak agenda dalam sepekan ini. Agenda pertama adalah menyambut datangnya anggota baru yang merupakan rekan-rekan dari berbagai negara yang tertarik bermain angklung. Sengaja kami membuka kesempatan mereka bergabung untuk menunjukkan bahwa budaya Indonesia juga dapat dinikmati dan dipraktekkan oleh siapapun. Ada sekitar 30-an anggota baru. Dan hari Jumat nanti adalah latihan bareng pertama dengan mereka. Semoga Allah melancarkan…
Ekspedisi Saudi (bagian II)
Kami sangat puas dan menikmati sambutan keramahan Dammam, Khobar, dan Dhahran. Dan pada hari Sabtu, 9 Januari di awal pagi kami bersiap-siap untuk melanjutkan petualangan ke Bahrain. Kami berencana menggunakan bus karena jauh lebih murah dibandingkan menggunakan kendaraan sewaan. Dari informasi yang kami peroleh, untuk kendaraan sewaan bisa mencapai 200-an riyal untuk sekali perjalanan, dan untuk bus tidak lebih dari 60-an riyal. Karena kami tidak tahu jadwal bus, kami terlambat untuk memperoleh bus paling pagi hari itu. Akibatnya, kami terpaksa harus menunggu di terminal sampai 2 jam berikutnya. Namun, ternyata teman kami bersedia untuk mengantarkan kami ke pulau Marjan sambil menunggu bus.