Mengenang 14 Februari

pusi ini ditulis oleh salah seorang senior terbaik saya dari UI, Awidya Santikajaya. semoga bermanfaat buat kita semua

Jika semua orang mengenang 14 Februari dengan bendera merah muda,
maka aku mengenangnya dengan bendera MERAH PUTIH

Gemerlap cinta akan kuganti dengan duka sekaligus bangga
Duka karena telah banyak yang melupakan 14 Februari
Bangga karena pada tanggal itu, tepat 65 tahun lalu
Puluhan pemuda Pembela Tanah Air (PETA) memberontak di Blitar

Continue reading

Kumpulan Status Facebook

updated

Sedang belajar berpantun, dicoba dibikin status di facebook, biar bisa bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain. Enjoy it! 😀

bermimpi membuat peradaban, dimana akhlak jadi landasan, spiritnya pengorbanan, amalnya keihlasan, semoga bukan cuma angan, apalagi dirasa sebagai beban, bukan hanya tugas saya sendirian, tapi juga bersama kalian (5 Februari 2010)

ini tentang hujan, adanya bikin kebingungan, ada yang kegirangan, lainnya malah bilang menyebalkan, tapi kawan, bukankah itu karunia Tuhan, yang harusnya kau nyatakan, dengan segenap kesyukuran? (30 Januari 2010)

tersebutlah suatu negeri, dikenal karena korupsi, yang katanya menjadi tradisi, mustahil untuk diperbaiki, tapi itu tak menyurutkan kami, untuk mempersiapkan diri, belajar sepenuh hati, dan nanti saat kami pegang kendali, bertekad membawanya jaya kembali! (15 Januari 2010)

Continue reading

Ekspedisi Saudi (bagian I)

Alhamdulillah wa syukurillah. Allah telah memberikan kesempatan kepada saya di awal Januari 2010 kemarin untuk bisa menunaikan salah satu niat saya di liburan semester ini. Yaitu mengunjungi rekan saya yang kuliah di KSU. Sebenarnya pada libur semester ini, banyak teman dari Indonesia yang pulang. Namun, saya memilih tidak pulang. Selain karena alasan itu, saya juga punya janji lembur bareng teman. Di tengah-tengah lemburan itu, tercetus niatan untuk memanfaatkan jeda sepekan akhir liburan untuk ke Turki. Awalnya, saya sepakat. Tapi, kemudian saya berubah pendapat karena waktu yang persiapan yang dirasa mepet dan kalau dipaksakan, malah tidak bisa maksimal.

Untuk Para Ksatria

Aku tak tahu berapa lama tepatnya kita resmi berpisah sebagai keluarga di komunitas itu. Sudah hampir 2 tahun, tampaknya. Terkadang rindu menyelami masa-masa itu lagi. Tapi ah, bukankah kita dididik bukan untuk lama mengenang atas yang sudah terjadi? Karena gemblengan itu nyata-nyata mengharapkan kita jadi pribadi tangguh pada masa yang akan datang. Masa di mana kita diuji benar-benar tentang lantangnya teriakan kita atas ketidakadilan, tentang cita-cita yang tertanam kuat-kuat, bahwa Indonesia masa depan haruslah jauh lebih baik dari saat ini.

Continue reading

Dari Perenungan Panjang

Sepekan terakhir, saya banyak menghabiskan waktu sendiri. Pemicunya adalah nurani saya seperti kosong. Tidak merasakan punya motivasi apapun. Gimana ya? Ya, kosong aja gitu lah. Saya merasa seperti telah salah memilih jalur. Dunia akademis yang sekarang saya tempuh, digugat keberadaannya oleh segenap jiwa dan pikiran saya. Penggugatan itu sebenarnya telah ada sejak pertengahan Oktober 2009 lalu. Mulai saat itulah perang ide mulai berkecamuk. Di satu sisi, mengharapkan saya meneruskan apa yang sedang saya lakukan. Di sisi lain, meminta saya menyudahinya, lalu melakukan apa yang sebenarnya saya cintai dan telah tersusun dalam grand design hidup itu. Yap, saya telah menyusun semacam peta pengabdian sejak S1 dulu. Dan jalur pengabdian yang saya buat adalah menjadi pengabdi masyarakat di kota kelahiran saya, Tegal, melalui “public sector”.

Continue reading

Dukaku untukmu, Gus

Saya memang tidak terdaftar dalam anggota NU. Kalau Anda tidak percaya, monggoh dicek dompet saya. Pasti tidak akan ditemukan kartu anggota NU. Seringkali, saya juga tidak sependapat dengan ide pluralisme yang sering dikumandangkan Gus Dur. Dan juga bisa dibuktikan bahwa saya juga termasuk yang tidak setuju dengan Dekrit ala Gus Dur sebelum diberhentikan lewat Sidang Istimewa MPR. Namun, itu semua tidak lantas membuat saya membenci Gus Dur. Karena dalam naluri alamiah saya, saya memahami bahwa Gus Dur tetaplah sosok manusia. Beliau punya kelebihan, pun ada kekurangan. Seperti halnya saya maupun Anda. Beliau juga punya rekam jejak yang baik, yang bisa diteladani. Dan oleh karena itulah, ketika Allah sudah kangen bertemu dengannya, saya turut dalam barisan kedukaan. Seorang kyai. Tokoh Nahdlatul Ulama. Mantan Presiden. Mudah-mudahan Allah menerima amal ibadahnya dan mengampuni segala dosanya.

Penghormatan terbaik adalah dengan doa dan pemaafan (pernyataan KH Hasyim Muzadi tentang Gus Dur)

Rehat ke Madinah

Setelah ujian yang memeras tenaga, waktu, dan otak yang kami punya (lho, emang punya otak?? hahaha…), beberapa orang dari temen-temen indonesia yang ada di KAUST sepakat mau jalan-jalan ke Madinah. Kenapa dipilih madinah? Karena Madinah tempatnya eksentrik, pas buat refreshing sekaligus bisa ibadah. Kan ada masjid nabawi di sana. Selain itu, juga ada misi pribadi. Mau ketemu ibu yang sedang ada di Madinah, setelah sebelumnya gak sempat ketemu di Jeddah. Maka, disusunlah rencana keberangkatan. Alhamdulillah kita bisa nyewa mobil kampus, 600 riyal. Murah banget. Soalnya tuh mobil bisa muat 10 orang. Kalo bayar pake taksi ato bis dari kampus ke Madinah, bisa abis 150-an riyal per anak (kata temen yang udah ke sana).

Continue reading

Dari Seminar Ekonomi Syariah di Jeddah

Udah hampir seminggu sih acaranya. Jadi ceritanya waktu itu, kami dari rombongan mahasiswa Indonesia di KAUST diundang di acara seminar ekonomi syariah yang diadain ama Konsulat Jenderal (Konjen) Indonesia di Jeddah. Bayangin, mereka sampe nyempetin dateng ke kampus kami yang jaraknya kurang lebih 1,5 jam dari Jeddah, cuma buat nyampein undangan resmi secara tertulis!! Diliat eh diliat, ternyata pembicaranya mantab banget. Nih dia:
1. Muhammad Arifin bin Baderi (dosen Universitas Madinah)
2. Muktisjah Ramli Suryo (Bank Al Jazeera)
3. Satria Agung Purwanto, MBA (National Commercial Bank)
4. Prof. Dr. Bambang PS Brodjonegoro (mantan dekan FEUI, peneliti IDB)

Alhamdulillah, meskipun kami lagi dilanda badai ujian akhir, masih bisa mengirimkan 6 orang perwakilan, termasuk saya di dalamnya. Manteb banget acaranya. Alhamdulillah, sempet kasih 1 pertanyaan ke masing-masing pembicara. Dan yang lebih makjreng lagi, dapet makanan ala indonesia yang maknyus dan gratis!! 🙂 Kami juga dapet kenalan-kenalan baru, kayak temen-temen dari Riyadh dan Madinah, sama keluarga besar Konjen Jeddah.

Dapet ilmu. Dapet makan. Dapet kenalan. ^_^

Jujur Itu Susah (Banget)

Ah, ternyata memang sulit jadi orang jujur. Karena ketika kesempatan untuk tidak jujur itu datang, maka godaan untuk melakukannya, begitu besar. Maka, salutlah saya, untuk orang-orang yang di sekitarnya banyak ketidakjujuran, tetapi tetap tegar dengan kejujurannya. Untuk tidak korupsi, misalnya. Dan orang-orang ini, jauh lebih saya hormati daripada mereka yang jujur, tapi berada di luar sistem. Karena memang jelas, mereka ini belum teruji tetap konsisten dengan kejujurannya ketika ada kesempatan untuk berdusta, berkorupsi, dan lainnya.

Musim Ujian

Mulai pekan kemarin hingga pekan depan, di kampus lagi rame-ramenya ujian. Semua anak pada konsen belajar. Ada yang di kamar lah. Ada yang di perpus lah. Ada yang sendirian. Ada juga yang berkelompok, biar bisa diskusi. Mudah-mudahan Allah meridhoi perjuangan kita di ujian akhir semester ini. Aamiin… 🙂