Artikel Agustus 08

Peduli Apa dengan Pornografi!!


Kalau saya ditanya apakah senang kalau melihat wanita setengah bugil, misalnya cuma berpakaian bikini seperti yang umum terlihat di pantai-pantai, dengan penuh semangat, hati dan kepala saya akan mengiyakan tanda sepakat. Tak perlu berkilah ataupun membantah karena memang kenyataannya naluri kelelakian saya berujar demikian. Apalagi kalau ada di antara wanita-wanita itu yang mau menemani saya jalan-jalan sebentar di mall. Betapa semakin girang bukan main hati saya ini. Mungkin sampai seminggu setelahnya, tiap malam saya akan memimpikan wajahnya.

Demikian juga dengan judi, togel, atau apapun yang secara substantif bermakna seperti itu. Judi sama menariknya sebagaimana wanita karena judi adalah gunung harapan, bukit angan-angan, dan juga mimpi indah masa depan. Di tengah himpitan kepenatan hidup sekarang ini, entitas judi laksana obat mujarab. Dibandingkan mendengarkan luapan janji petinggi negeri yang tak terbukti, betapa sulitnya mencari penghidupan yang layak, serta repotnya mencari biaya untuk membeli baju sekolah anak-anak, ikut andil berjudi membuka harapan solusi dari berbagai problem tersebut. Dan selaku manusia, mari kita jujur pada masing-masing kita sendiri, bukankah harapan itu seringkali lebih menyenangkan dibandingkan kenyataan?

Continue reading

Renungan Syawal

Entah harus bersikap apa setelah Ramadhan tahun ini selesai. Haruskah sedih? Ataukah bergembira? Sedih karena berpisah dengan bulan yang begitu mulia. Bulan penuh barokah. Bulan yang menjadi latihan terbaik bagi jiwa-jiwa yang mengaku bahwa di dalam hatinya, meskipun cuma sebiji atom, percaya bahwa Allah itu ada beserta segala kekuasaan-Nya. Sedih karena ternyata ternyata ada tuntutan di bulan-bulan berikutnya untuk bisa membuktikan hasil pelatihan Ramadhan.

Apakah tilawah yang dulu berjuz-juz di Ramadhan akan terus berlanjut di Syawal ini? Akankah infaq ataupun shadaqoh itu masih tetap istiqomah? Yakinkah penjagaan diri dari berprasangka itu menjadi salah satu jalan hidup kita? Ataukah semuanya itu cuma sekedar numpang lewat? Cuma sebulan. Hanya ketika Tuhan menjanjikan begitu banyak balasan, sedangkan di bulan lain tidak?

Continue reading

Memori Wisuda Fakultas

Hmm, sebenernya pengen posting ini dari lama. Tapi, baru bisa terealisasi sekarang karena kendala teknis dan nonteknis, hehehe… Jadi ceritanya gini, waktu saya dan temen2 fasilkom wisuda tingkat fakultas kemaren 29 Agustus 2008, saya diberikan tugas nih sama panitia (tepatnya sih Arya hehe…) buat ngasih sambutan sebagai perwakilan wisudawan/wisudawati.

Pertama kali baca sms itu, shock juga. Sapa sih saya?? Kenapa bukan Mahendra misalnya. Dia kan Mapres Utama Fasilkom 2008. Atau mungkin temen2 lain yang sudah punya prestasi di tingkat nasional dan internasional. Dan jumlah mereka tidak sedikit. Tapi, kemudian saya menyadari bahwa ini adalah amanah. Lantas saya buang semua pikiran prasangka itu. Apapun alasannya, masa bodo lah. Yang paling penting adalah saya sanggup menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya.

Continue reading

Artikel Juli 08

Pilkada Tegal dan PKS


Sejak Agustus hingga Oktober nanti, kota Tegal sedang punya hajat besar. Sebuah agenda demokrasi pertama bagi masyarakat kota Tegal untuk menentukan sendiri siapa pemimpinnya hingga 2013 nanti. Dalam skala nasional, momentum pilkada ini sangat menarik karena seremoni ini telah menyajikan begitu banyak hal fenomenal dalam perjalanannya. Salah satunya adalah munculnya fenomena PKS sebagai partai medioker yang mampu unggul dalam beberapa pilkada di beberapa daerah. Ketika PKS pun tidak menang dalam proses pilkada tersebut, perolehan suara calon yang diusung tersebut jauh di atas perolehan suara PKS sendiri dalam pemilu 2004 lalu di daerah itu.

Dalam ranah propinsi, tentu masih segar dalam ingatan kita bagaimana calon yang diusung PKS berhasil meraih kursi kepala daerah dengan menggusur calon dari partai besar. Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut) merupakan bukti nyata keberhasilan PKS. Di Jabar berbekal koalisi dengan PAN, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf sukses menjadi gubernur Jawa Barat 2008-2013. Perolehan suaranya pun relatif besar yakni 40,5 % suara. Padahal, gabungan suara PKS dan PAN di pemilu 2004 untuk wilayah Jabar tidak lebih dari  30%.

Continue reading

Kebersamaan Empat Tahun Itu…

Huff… Nggak ngerasa, ternyata udah 4 tahun ada di kampus Fasilkom UI. Hehehe, udah tua nih. Dan di angka ke empat ini, alhamdulillah, Allah mewujudkan salah satu cita saya. Apaan tuh?? Saya lulus kawan…!! Artinya apa?? Artinya saya sudah bukan mahasiswa lagi. Artinya tanggal 30 29 Agustus nanti insya Allah saya wisuda di Balairung dan Aula Fasilkom UI. Artinya lagi, saya sudah gak punya hak maen-maen di lab lagi, hehehe.

Tapi, itu juga berarti saya harus ninggalin kampus ini. Berpisah dengan teman2 yang sudah menjadi keluarga saya sendiri, khususnya selama merantau di tanah Depok ini. Nggak ketemu pak satpam lagi. Bakal jarang makan sate di kantin Fasilkom. Yakin dah, sedih banget… Ceracauan-ceracauan itu. Ledek-ledekan itu. Nasihat-nasihat itu. Waaaa….

Ini kehilangan saya yang kedua dalam bulan Juli dan Agustus ini. Setelah kelar dari PPSDMS, sekarang giliran berpisah dari kampus UI yang saya cintai. Memang benar, ketika ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Tapi, baru kali ini bener-bener ngerasa kehilangan. Mungkin karena saya merasa di dua tempat itulah saya menemukan arti kesetiaan dan persaudaraan yang sebenarnya.

Tapi, jalan ini memang masih panjang, kawan. Kampus hanya salah satu dari episode hidupmu. Saatnya sekarang untuk berkontribusi atas segala ilmu yang telah pelajari. Biarlah nanti Allah yang mempertemukan kita kembali. Entah di area lain di dunia ini. Atau bahkan mungkin di surga-Nya nanti. Aamiin…… Terima kasih semuanya… Untuk segalanya…

–persembahan untuk semuanya, di kampus perjuangan, Fasilkom UI–

Dua Tahun Itu, Sungguh…, Sangat Indah

Akhirnya kebersamaan kita di asrama itu berakhir sudah. Waktulah yang akhirnya membentangkan kita dalam jarak. Tidak ada lagi tawa, canda, teriakan, ledekan yang mewarnai derap hari kita. Aku masih ingat saat kita berkumpul bersama di depan TV. Menertawakan tingkah pola tokoh-tokoh politik yang sedang bersilat lidah. Atau terbahak-bahak melihat film lucu, bahkan sekedar extravaganza di tengah-tengah kesibukan kuliah, organisasi, dan berbagai aktivitas lainnya.

Saat awal kita masuk, kita bukan siapa-siapa. Masing-masing kita membawa ego dan identitas masing-masing. Namun kini, kita adalah satu keluarga. Berada dalam bendera PPSDMS Angkatan III Regional I Jakarta. Telah kita lalui bersama manis dan pahitnya kebersamaan itu. Berdiskusi di tengah keletihan. Entah hanya sekedar mengeksplorasi informasi, mengadu argumentasi, hingga mencari solusi.

Entah kenapa, ketika meninggalkan asrama dan berada di tempat kos baru, aku merindukan kembali masa-masa itu. Saat hampir setiap jam 8 malam kita setia menunggu di aula atau ruang rapat eksekutif, menanti datangnya pembicara yang telah dijadwalkan. Saat di Sabtu sore berbarengan teriak sambil menggerakkan seluruh raga kita dalam latihan taekwondo. Saat tiap Senin pagi, kita bergegas saling membangunkan satu sama lain supaya tidak ada yang terlambat apel pekan itu. Saat … Ah, terlalu banyak kenangan itu kawan. Saat-saat yang sudah begitu membekas dalam di relung hatiku.

Sungguh, aku bersyukur kepada Allah yang telah memberiku kesempatan untuk bergabung di keluarga ini. Keluarga yang penuh dengan orang-orang sholih, berprestasi, dan berintegritas. Alhamdulillah… Terima kasih kawan. Terima kasih untuk semuanya. Dua tahun itu, sungguh…, sangat indah.

—persembahan untuk para ksatria, keluarga angkatan III—

Artikel Juni 2008

No Live Without Information Technology


In the past, people used more of theirs powers and nature powers to do many things like farming and sailing. Then, when James Watt invented steam engine in 1769, the world started to change. We called it Industry Revolution. One of the characteristic of this is substituting human role in many fields of work to machine. This steam machine has pushed industrial fields to produce more products. Besides that, it has motivated others people to invent other things, such steam ship, locomotive, and many other machines.

The Industry Revolution has become important milestone in human civilization. The other important milestone is the invention of computer. The computer era started in 1940’s when Dr John Mauchly and Prosper Eckert invented ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator). Its weight 30 tons and it needs 140 meters square area. It also needs 130 KW to operate it normally. ENIAC is the first generation of computer.

Continue reading

Artikel Mei 2008

If I am a Software Company Owner in Indonesia


We have to admit that awareness of Indonesia people to use legal software is so low. According to data from International Data Corporation, Indonesia with China and Vietnam were known as countries with highest software piracy. The data is stated by Goh Seow Hong, the Director of Asia Software Policy of Business Software Alliance (BSA). He told again that the main factor supporting software piracy in Indonesia is no appreciation for intellectual property right. Because of the piracy, Indonesia has been lost US$ 411 million for 84% piracy rate in 2007.

Our country is still developed country, or exactly poor country. In March 2007, there are 37,17 million people that live under the poverty line. The poverty line used is Rp 166.977,00. It means there are 37,17 million people that their income in a month is under RP 166.977,00. So, it is proper if the computer need is no the primary need for majority people in Indonesia.

Continue reading

Artikel April 2008

Televisi dan Seni


Hari Jumat tanggal 9 Mei 2008, tiba-tiba Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengumumkan 10 tayangan siaran televisi bermasalah dan meminta publik untuk mewaspadainya. Kesepuluh program tayangan tersebut mencakup sinetron serial, variety show, dan tayangan anak-anak (detik.com, 9 Mei 2008). Sebenarnya rekomendasi KPI ini tidak mengherankan. Sudah bukan rahasia umum kalau berbagai tayang televisi di negeri ini memiliki banyak masalah. Dari unsur pornografi, kekerasan, hingga jam tayang pemutaran yang tidak mengindahkan pemirsanya.

Dengan dalih acaranya menghibur dan memiliki rating yang tinggi, para produser tidak menghiraukan berbagai protes yang sudah disampaikan oleh lembaga maupun perorangan. Padahal, jika dilakukan kajian lebih mendalam, argumentasi tersebut sangat lemah. Bagaimana dikatakan menghibur jika di setiap seri sinetron selalu disertai dengan kekerasan? Ironisnya pula, definisi menghibur ini diejawantahkan dengan tampilan acara yang pengisinya berpakaian seronok dan diselingi dengan guyonan menjurus porno serta merendahkan orang lain. Jika memang demikian, berarti rendah benar kualitas hiburan bangsa ini. Sungguh memalukan. Kita mengumbar terang-terangan aib sendiri dan lantas bangga dengan aib itu.

Continue reading

Artikel Maret 2008

Pendidikan Ke-Dipimpin-an


Suatu ketika dalam sebuah obrolan dengan teman, saya pernah mengusulkan untuk mengadakan training menjadi pengikut/masyarakat. Rekan ngobrol saya sontak kaget. Lantas saya jelaskan bahwa yang selama ini ada hanyalah training kepemimpinan. Padahal, dalam suatu sistem kepemimpinan, ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Maka, sangatlah tidak adil ketika kita hanya menekankan kepada salah satu sisinya saja. Ibarat orang bilang, timbangannya berat sebelah!

Hasil dari berbagai macam pelatihan, training, atau apapun namanya yang berujung kepada pembentukan karakter pemimpin, dapat dilihat dari negeri kita ini. Mau tidak mau kita harus mengakui, bahwa negeri ini tidak miskin pemimpin. Ada sekian puluh tokoh yang memiliki karakter pemimpin yang luar biasa. Namun, ketika mereka menjadi pemimpin, ternyata tidak terjadi perubahan signifikan di negeri ini.

Continue reading