Dua Buku

Jarang banget saya membaca novel. Apalagi yang berbau-bau melankolis. Alasan pertama, mungkin karena saya laki-laki. Jadi, hal-hal semacam itu, menurut saya pribadi, terlalu cengeng atau terlalu lembek. Alasan kedua, bacaan novel jarang dipakai buat referensi. Berbeda dengan buku-buku umum yang bisa jadi acuan buat karya tulis atau pas bikin tulisan-tulisan ringan. Alasan ketiga, pengalaman saya baca beberapa buku novel, sangat cepat dibaca. Gak butuh waktu berhari-hari bisa selesai. Dan selesai dibaca, buku itu tergeletak begitu saja. Sayang banget kan? Udah beli mahal-mahal, cuma digituin doang 🙂

Tapi, ada sentuhan aneh ketika saya membaca dua novel berbeda karya Tere Liye, “Moga Bunda Disayang Allah” dan “Bidadari-Bidadari Surga”. Dua novel ini berhasil menyihir, atau lebih tepatnya membobol, kerasnya hati saya. Inilah novel yang bisa kembali menyadarkan saya tentang arti hidup, kenyataan, mimpi, dan perjuangan. Empat kata yang selama ini menjadi ruh dalam setiap langkah. Kata-kata yang saya yakini, bahwa untuk itulah Allah menjadikan saya ada di bumi ini.

Cinta Itu Memberi, Hidup Itu Berkontribusi

Dua klausa itu, entah kenapa, tiba2 terngiang-ngiang di kepala saya. Klausa pertama, saya temukan di rubrik terakhir majalah Tarbawi, goresan tangan Anis Matta. Bener-bener ngerasa tertampar dan termotivasi. Klausa kedua, diperoleh dari pengalaman tinggal 4 tahun di kampus dan 2 tahun di PPSDMS. Ini lebih ngresep karena dari pengalaman nyata. Pengalaman organisasi. Pengalaman kuliah. Dan juga pengalaman interaksi.

Berarti ketika kita menegasikan dua klausa itu, menjadi “mengambil berarti tidak cinta, mandeg berarti sudah mati”. Wah, saya (kita) ada di posisi mana nih ya? Hmmm…

Alhamdulillah…

Udah lama sih. Tapi daripada tidak sama sekali, kan lebih baik terlambat :). Alhamdulillah, Allah telah memudahkan jalan saya untuk melanjutkan sekolah lagi di KAUST. Pengumumannya diperoleh dari lulusnya nilai IBT TOEFL yang saya ambil. Sekitar awal Februari lalu lah. Tapi, baru keinget untuk posting di sini sekarang. 🙂

Saya mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan doa teman2 yang memudahkan Allah membukakan banyak pintu rahmat-Nya. Mohon doanya pula supaya Allah melancarkan urusan saya sebelum keberangkatan, saat di sana, dan ketika pulang dari sana. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh bermanfaat buat umat ini seperti apa yang sudah kami ikrarkan. Aamiin…