Jika seseorang menitipkan sesuatu kepada kita, kemudian dia ingin mengambilnya, bolehkah kita tak mengizinkannya? Bolehkah bersikukuh mempertahankannya seolah-olah telah berpindah kepemilikannya menjadi punya kita? Logika kita pasti mengatakan tak boleh demikian. Kalau titipan, ya harus siap dikembalikan. Kapanpun ia diminta.
Continue reading
Hanya Titipan
Reply