Alhamdulillah, akhirnya setelah berjuang mengajukan proposal ke sana sini, ada beberapa pihak yang menyanggupi untuk mendanai kelanjutan cerita sebelumnya, khususnya Refi yang sudah memesan isi cerita untuk bagian kedua ini. Hwehehe…
Kisah di bagian ini akan dimulai dari tempat tinggal Refi yang kami singgahi selama kami di Lampung. Setelah menghabiskan hidangan yang disuguhkan, kami ngobrol ngalor ngidul sambil nunggu giliran mandi. Nggak terasa sudah masuk waktu Dzuhur. Kami bareng2 sholat di masjid depan rumah Refi. Karena kami musafir, kami sepakat untuk men-jama’ sholat Dzuhur dan Ashar. Nah, sepulang dari masjid, kami mengobrol dengan bapaknya Refi. Beliau sempat menanyakan mengapa kami tadi sholat dua kali di masjid. Kami menjawab saja bahwa kami melakukan sholat jama’ Dzuhur dan Ashar. Beliau terlihat lega dengan jawaban kami. Beliau khawatir kalo kami termasuk golongan2 aneh yang sering merebak belakangan ini.